Tuesday, June 24, 2008

Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan

Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan
Oleh: Fanny Evania/ 16702

Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan
Perencanaan merupakan salah satu dari fung
si manajemen dan penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran bukan perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran bukan perusahaan (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba.

Penganggaran beda dengan anggaran, perencanaan beda dengan rencana. Perencanaan adalah proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Penganggaran adalah proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan dalam angka (kuantitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya dengan akunting, karena penganggaran merupakan salah satu bidang akunting dan termasuk bagian akunting manajemen.

Anggaran banyak manfaatnya sebagai alat pelaksanaan pekerjaan, tetapi anggaran juga mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi, bila asumsinya berubah maka anggaran kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.Fungsi dan Macam Anggaran
Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, yaitu digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.

Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan terdiri atas: anggaran variabel dan anggaran tetap, dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodik dan anggaran kontinu, dari segi jangka waktu terdiri atas: anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek, dari segi bidangnya terdiri atas: anggaran operasional dan anggaran keuangan, dari segi kemampuan menyusun terdiri atas: anggaran komprehensif dan anggaran parsial, dari segi fungsinya terdiri atas anggaran apropriasi dan anggaran kinerja, dari segi penentuan harga pokok produk terdiri atas: anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan.

Pengertian Manajemen Keuangan, Tugas Pokok Dan Tujuan Manajer Keuangan Perusahaan

Pengertian Manajemen Keuangan, Tugas Pokok Dan Tujuan Manajer Keuangan Perusahaan
Oleh: Fanny Evania/ 16702

A. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :1. Perencanaan KeuanganMembuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.2. Penganggaran KeuanganTindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.3. Pengelolaan KeuanganMenggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.4. Pencarian KeuanganMencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.5. Penyimpanan KeuanganMengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.6. Pengendalian KeuanganMelakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.7. Pemeriksaan KeuanganMelakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :1. Mendapatkan Dana Perusahaan2. Menggunakan Dana Perusahaan3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

C. Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin

Saham Biasa Dan Saham Preferen

Arti Definisi Saham Biasa Dan Saham Preferen
Oleh: Fanny Evania/ 16702

A. Saham Biasa
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan.
Orang yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.

B. Saham Preferen
Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.

C. Pemilik Saham Individu / Perorangan dan Organisasi / Perusahaan
Pemilik saham individu adalah orang perorangan non badan usaha yang menanamkan sejumlah uang ang dimilikinya ke pasar modal dengan ekspektasi mendapatkan laba keuntungan yang lebih tinggi daripada menabung di bank. Sedangkan pemilik saham organisasi, instansi atau perusahaan adalah badan usaha yang mengelola sebagian atau sekuluh modal yang dimilikinya untuk dikelola di pasar modal untuk mendapatkan keuntungan yang besar secara profesional.

Monday, June 23, 2008

Apa itu saham treasuri?

Pada saat saham suatu perusahaan penerbit diperoleh kembali dan dipegang atas nama perusahaan penerbit, maka saham tersebut disebut saham yang diperoleh kembali atau saham treasury (treasury stock). Saham yang diperoleh kembali kemudian dapat dilepas kembali atau ditarik. Hal-hal yang perlu diingat dan diketahui:
Saham yang diperoleh kembali tidak boleh dianggap sebagai aktiva; malahan harus dilaporkan sebagai pengurang dari total ekuitas.
Tidak ada laba/rugi dari perolehan kembali, pelepasan kembali, atau penarikan saham yang diperoleh kembali.
laba ditahan dapat berkurang dari transaksi perolehan kembali saham tetapi tidak pernah bertambah karena transaksi ini.Dua metode pencatatan saham yang diperoleh kembali yang diterima umum saat ini adalah: 1) Metode biaya (cost method), yang mencatat saham yang diperoleh kembali dalam suatu akun ekuitas khusus sampai saham dilepaskan kembali atau ditarik; dan 2) Metode Nilai Nominal (per or stated value method), yang mencatat pembelian saham yang diperoleh kembali seolah-olah saham akan ditarik.
PENERBITAN OBLIGASI NEGARA DALAM VALUTA ASING
TANGGAL 17 JUNI 2008
Pada tanggal 17 Juni 2008, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan harga bagi
penawaran Obligasi Global (“Global Bond”) sebesar US$2,2 miliar. Hasil bersih
Penawaran akan dipergunakan untuk keperluan pembiayaan umum pemerintah.
Penerbitan Obligasi Global ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Pemerintah pada
tahun ini. Pada bulan Januari 2008, Pemerintah telah menerbitkan dua tranches Obligasi
Global sebesar US$2 miliar. Di tengah kondisi pasar global yang penuh tantangan, tahun
ini Republik Indonesia telah berhasil menerbitkan Obligasi Global yang terbesar di Asia.
Bertindak selaku joint lead managers dan joint bookrunners dalam penawaran ini adalah
Credit Suisse, Deutsche Bank Securities dan Lehman Brothers.
Penawaran terdiri dari re-opening tiga tranches:
1. US$300 juta tranche berjangka waktu 6 tahun yang akan jatuh tempo pada bulan Maret
2014 ditetapkan dengan tingkat kupon sebesar 6,750% pada harga 100,25% dengan
spread sebesar 302,7 bps terhadap US Treasury;
2. US$900 juta tranche berjangka waktu 10 tahun yang akan jatuh tempo pada bulan
Januari 2018 ditetapkan dengan tingkat kupon sebesar 6,875% pada harga 97,25%
dengan spread sebesar 306,1 bps terhadap US Treasury; dan
3. US$1 miliar tranche berjangka waktu 30 tahun yang akan jatuh tempo pada bulan
Januari 2038 ditetapkan dengan tingkat kupon sebesar 7,750% dan pada harga 95,50%
dengan spread sebesar 337,1 bps terhadap US Treasury.
Republik Indonesia telah sukses dalam melaksanakan pendistribusian secara global atas
penawaran tersebut. Pendistribusian sebesar 16% dilakukan untuk para investor di Asia,
33% untuk Eropa, serta 51% untuk Amerika Serikat dan lainnya. Dalam kaitannya dengan
tipe investor, obligasi didistribusikan sebesar 71% untuk asset managers, 11% untuk bankbank,
5% untuk hedge funds, serta 13% untuk perusahaan asuransi, institusi pemerintah
dan lain-lain.
_________________________________________________________________________

Sunday, June 22, 2008

sistem perdagangan di BEJ

SISTEM PERDAGANGAN DI BEJ
oleh Erlia/16137

Setelah perusahaan mencatatkan sahamnya di pasar bursa, perusahaan akan menjadi perusahaan publik yang sahamnya juga dimiliki oleh publik. Untuk melindungi publik yang juga merupakan pemilik dari perusahaan, BAPEPAM dan BEJ mengharuskan perusahaan publik menyerahkan laporan-laporan rutin atau laporan-laporan khusus yang menerangkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi. Laporan-laporan ini akan segera disebarkan ke publik melalui pengumuman di bursa atau investor dapat mendapatkannya dengan meminta langsung di BEJ atau lewat broker.
Kriteria yang diisyaratkan oleh BEJ agar suatu saham dapat dicantumkan di bursa adalah sebagai berikut :
BAPEPAM sudah mendeklarasikan efektivitas dari pernyataan registrasi.
Laporan keuangan harus sudah diaudit oleh akuntan publik, diregistrasi di BAPEPAM dan mendapat pernyataan unqualified opinion untuk tahun fiskal kemarin.
Jumlah minimum adalah 1 juta lembar saham.
Jumlah minimum pemegang saham awal adalah 200 investor dengan masing-masing memiliki minimum 500 lembar.
Semua sekuritas yang dikeluarkan dan sudah terjual harus dicantumkan dan tidak melanggar regulasi dari pemilikan asing (maksimum 49% dari seluruh lembar yang tercatat).
Emiten merupakan perusahaan yang sudah established dan sudah beroperasi (in operation) paling sedikit 3 tahun. Established didefinisikan sebagai sudah berdiri selama tahun fiskal dengan persetujuan dari Menteri Kehakiman. In operation didefiniskan sebagai yang harus memenuhi kriteria berikut :
Mempunyai ijin lisensi permanen dari Investment Coordinating Board (BKPM)
Mempunyai ijin lisensi operasi dari Menteri yang berhubungan dengan sektor bisnis bersangkutan.
Dari sudut akuntansi telah dicatat adanya pendapatan atau biaya operasi.
Dari sudut ekonomi telah mendapatkan penghasilan atau mencatat pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan dengan operasi utamanya.
Telah mendapatkan laba bersih dan laba operasi selama dua tahun fiskal terakhir.
Mempunyai aktiva minimum sebanyak Rp 20 milyar, ekuitas pemegang saham minimum sebesar Rp 7,5 milyar dan modal yang sudah disetor minimum sebesar Rp 2 milyar.
Minimum kapitalisasi setelah penawaran ke publik sebesar Rp 4 milyar.
Anggota-anggota dri dewan direksi harus mempunyai reputasi yang baik.
Transaksi perdagangan di BEJ menggunakan order-driven market system dan sistem lelang kontinyu (continous auction system). Dengan order-driven market system berarti bahwa pembeli dan penjual sekuritas yang ingin melakukan transaksi harus melalui broker. Investor tidak dapat langsung melakukan transaksi di lantai bursa. Hanya broker yang dapat melakukan transaksi jual dan beli di bursa berdasarkan order dari investor. Di samping itu, broker juga dapat melakukan transksi untuk dirinya sendiri.
Dengan sistem lelang kontinyu maksudnya harga transaksi ditentukan oleh penawaran (supply) dan permintaan (demand) dari investor. Untuk sistem manual, harga penawaran penjualan terendah (ask price) dan harga penawaran pembelian tertinggi (bid price) dari investor. Untuk sistem otomatisasi dengan JATS, broker memasukkan order dari investor ke workstation JATS di bursa. Kemudian order akan diproses oleh komputer JATS yang akan menemukan harga transaksi yang cocok dengan mempertimbangkan waktu urutan dari order. Sistem lelang ini akan terus dilakukan secara kontinyu selama jam kerja bursa sampai ditemukan harga kesepakatan.
Umumnya transaksi yang terjadi di bursa bukan merupakan transaksi tunai. Pembayran dan penyerahan sertifikat diatur pada hari kelima atau hari ke T+4 setelah transaksi terjadi.PT Kliring Pinjaman Efek Indonesia (KPEI) ditunjukkan untuk mengumpulkan pembayaran dan melakukan penyerahan sertifikat.


Sumber pustaka :
Suadi, Arief. 1997. Manajemen Keuangan. BPFE

Thursday, June 19, 2008

PASAR MODAL

PASAR MODAL
oleh: Erlia/16137

Perusahaan yang membutuhkan dana dapat menjual surat berharga di pasar modal. Suarat berharga yang baru dikeluarkan oleh perusahaan dijual di pasar primer (primary market). Surat berharga yang baru dijual dapat berupa penawaran perdana ke publik (initial public offering atau IPO) atau tambahan surat berharga baru jika perusahaan sudah going public (sekuritas tambahan ini disebut dengan seasoned new issues). Selanjutnya surat berharga yang sudah beredar diperdagangkan di pasar sekunder (secondary market).
Tipe lain dari pasar modal adalah pasar ketiga (third market) dan pasar keempat (fourth market). Pasar ketiga merupakan pasar perdagangan surat berharga pada saat pasar kedua tutup. Pasar ketiga dijalankan oleh broker yang mempertemukan pembeli dan penjual pada saat pasar kedua tutup. Pasar keempat merupakan pasar modal yang dilakukan di antara institusi berkapasitas besar untuk menghindari komisi untuk broker. Pasar keempat umumnya menggunakan jaringan komunikasi untuk memperdagangkan saham dalam jumlah blok yang besar. Contoh pasar keempat ini misalnya Instinet yang dimiliki oleh Reuter yang menangani lebih dari satu milyard lembar saham tiap tahunnya. Broker seing disebut pula sebagai makelar atau wali amanat atau pialang.
Perusahaan yang belum going public, awalnya saham-saham perusahaan tersebut dimilki oleh manajer-manajernya, sebagian lagi oleh pegawai-pegawai kunci dan hanya sejumlah kecil yang dimiliki investor. Sebagaimana biasanya, jika perusahaan berkembang, kebutuhan modal tambahan sangat dirasakan.
Pada saat ini, perusahaan harus menentukan untuk menambah modal dengan cara hutang atau menambah jumlah dari pemilikan dengan menerbitkan saham baru. Jika saham akan dijual untuk menambah modal, saham baru dapat dijual dengan berbagai macam cara sebagai berikut :
Dijual kepada pemegang saham yang sudah ada.
Dijual kepada karyawan lewat ESOP (employee stock ownership plan)
Menambah saham lewat dividen yang tidak dibagi (dividend reinvestment plan)
Dijual langsung kepada pembeli tunggal (biasanya investor institusi) secara privat (private placement)
Ditawarkan kepada publik.
Jika keputusannya adalah untuk ditawarkan kepada publik, maka beberapa faktor untung dan ruginya perlu dipertimbangkan.
Keuntungan dari going public di antaranya adalah :
Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang. Untuk perusahaan yang tertutup, calon investor biasanya enggan untuk menanamkan modalnya disebabkan kurangnya keterbukaan informasi keuangan antara pemilik dan investor. Sedangkan untuk perusahaan yang sudah going public, informasi keuangan yang harus dilaporkan ke publik secara reguler yang kelayakannya sudah diperiksa oleh akuntan publik.
Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham. Untuk perusahaan yang masih tertutup yang belum mempunyai pasar untuk sahamnya, pemegang saham akan lebih sulit untuk menjual sahamnya dibandingkan jika perusahaan sudah going public.
Nilai pasar perusahaan diketahui. Untuk alasan-alasan tertentu, nilai pasar perusahaan perlu untuk diketahui. Misalnya jika perusahaan ingin memberikan insentif dalam bentuk opsi saham (stock option) kepada manajer-manajernya maka nilai sebenarnya dari opsi tersebut perlu diketahui. Jika perusahaan masih tertutup, nilai dari opsi sulit ditentukan.
Di samping keuntungan, juga terdapat beberapa kerugian dari going public yaitu :
Biaya laporan yang meningkat. Untuk perusahaan yang sudah going public, setiap kuartal dan tahunnya harus menyerahkan laporan-laporan kepada regulator. Laporan-laporan ini sangat mahal terutama untuk perusahaan yang ukurannya kecil.
Pengungkapan (disclosure). Beberpa pihak di dalam perusahaan umumnya keberatan dengan ide pengungkapan. Manajer enggan mengungkapkan semua informasi yang dimiliki karena dapat digunakan oleh pesaing. Sedangkan pemilik enggan mengungkapkan informasi tentang saham yang dimilikinya karena publik akan mengetahui besarnya kekayaan yang dipunyai.
Ketakutan untuk diambil alih. Manajer perusahaan yang hanya mempunyai hak veto kecil akan khawatir jika perusahaan going public. Manajer perusahaan publik dengn hak veto yang rendah umumnya diganti dengan manajer yang baru jika perusahaan diambil alih.
Keputusan untuk going pubic hendaknya perlu dipikirkan masak-masak. Jika perusahaan memutuskan untuk going public dan melemparkan saham perdananya ke publik (initial public offering), isu utama yang muncul adalah tipe saham apa yang akan dilempar, berapa harga yang harus ditetapkan untuk selembar sahamnya, dan kapan waktunya yang paling tepat. Umumnya perusahaan menyerahkan permasalahan yang berhubungan dengan IPO ke banker investasi yang mempunyai keahlian di dalam penjualan yang melibatkan banker investasi ini dijual di pasar primer.
Banker investasi akan menyediakan saran-saran yang penting yang dibutuhkan selama proses rencana pelemparan sekuritas ke publik. Saran-saran yang diberikan dapat berupa sekuritas apa saja yang akan dijual, harga dari sekuritas, dan waktu pelemparannya.
Banker investasi merupakan perantara antara perusahaan yang menjual saham dengan investor. Sebagai perantara, banker investasi selain berfungsi sebagai pemberi saran juga berfungsi sebagai pembeli saham dan pemasar saham ke investor.
Proses pembelian sekuritas oleh banker investasi yang nantinya akan dijual kembali ke publik disebut underwriting. Banker investasi yang melakukan proses underwriting ini disebut dengan underwriter. Banker investasi membeli sekuritas dengan harga yang sudah disetujui dan menganggung resiko kegagalan atau kerugian menjualnya kembali ke publik. Banker investasi mengambil keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham. Selisih ini disebut dengan spread. Tidak selalu banker investasi mau untuk membeli sekuritas dengan harga yang sudah ditentukan.

Sumber :
Husnan, S, Manajemen Keuangan, 1992, BPFE.

Tuesday, June 17, 2008

lap keuangan

PT PYRIDAM FARMA Tbk
N E R A C A
31 DESEMBER 2005 DAN 2004
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PYRIDAM FARMA Tbk
BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2005 AND 2004
(expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan 2 0 0 5 2 0 0 4 Notes
A K T I V A A S S E T S
AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 2k,3,20 722.904.799 334.988.407 2k,3,20 Cash and cash equivalents
Piutang Accounts receivable
U s a h a T r a d e
Pihak ketiga – setelah Third parties – net of
dikurangi penyisihan allowance for
piutang ragu-ragu sebesar doubtful accounts of
Rp 27.744.790 Rp 27,744,790
(2004: Rp 106.133.703) 2c,4 8.399.000.246 5.688.265.177 2c,4 (2004: Rp 106,133,703)
Pihak hubungan istimewa 2b,4,5 535.046 2.324.988 2b,4,5 Related parties
Lain-lain 2b,5 5.372.141 15.799.090 2b,5 Others
Persediaan 2d,6 7.812.074.961 6.070.430.843 2d,6 Inventories
Uang muka 867.693.034 719.701.074 Advances
Jumlah Aktiva Lancar 17.807.580.227 12.831.509.579 Total Current Assets
AKTIVA TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aktiva tetap - setelah dikurangi Property, plant and equipment -
akumulasi penyusutan net of accumulated depreciation
sebesar Rp 12.960.588.585 of Rp 12,960,588,585
(2004: Rp 9.659.039.667) 2e,f,g,7,8,11 58.543.562.053 57.492.408.753 2e,f,g,7,8,11 (2004: Rp 9,659,039,667)
Kerugian tangguhan aktiva dijual Deferred loss on sale
dan disewa guna usaha and leaseback
kembali - Bersih 2g,11 16.989.678 84.948.078 2g,11 transactions - Net
Aktiva pajak tangguhan - Bersih 2l,10 158.062.894 - 2l,10 Deferred tax assets -Net
Aktiva tidak berwujud - setelah Intangible assets - net
dikurangi akumulasi amortisasi of accumulated amortization
sebesar Rp 20.448.718 of Rp 20,448,718.
(2004: Rp 17.767.592) 2h 24.683.422 20.914.548 2h (2004: Rp 17,767,592)
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 58.743.298.047 57.598.271.379 Total Non-Current Assets
JUMLAH AKTIVA 76.550.878.274 70.429.780.958 TOTAL ASSETS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporan Keuangan secara keseluruhan
See accompanying Notes to Financial Statements on Exhibit E
which are an integral part of
the Financial Statements taken as a whole
These Financial Statements are Originally Issued in
Indonesian Language
Ekshibit A/2 Exhibit A/2
PT PYRIDAM FARMA Tbk
N E R A C A
31 DESEMBER 2005 DAN 2004
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PYRIDAM FARMA Tbk
BALANCE SHEETS
31 DECEMBER 2005 AND 2004
(expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan 2 0 0 5 2 0 0 4 Notes
LIABILITIES AND
KEWAJIBAN STOCKHOLDERS’ EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Utang bank 8 6.890.273.794 3.542.046.951 8 Bank loans
U t a n g Accounts payable
U s a h a T r a d e
Pihak ketiga 2k,9,20 1.090.538.813 777.629.567 2k,9,20 Third parties
Pihak hubungan istimewa 2b,5,9 - 99.894.500 2b,5,9 Related parties
Lain-lain 117.946.965 117.919.735 Others
Utang pajak 2l,10 1.832.893.171 1.534.115.548 2l,10 Taxes payable
Biaya masih harus dibayar 2b,j,5,21 1.654.231.931 1.134.173.281 2b,j,5,21 Accrued expenses
Utang jangka panjang jatuh Current maturities of
tempo dalam satu tahun long-term debt
Sewa guna usaha 2g,11 1.025.840.682 750.387.739 2g,11 Obligations under capital lease
Jumlah Kewajiban Lancar 12.611.725.356 7.956.167.321 Total Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIES
Utang jangka panjang - setelah Long-term debt – net of
dikurangi bagian jatuh tempo current maturities
dalam satu tahun Obligations under
Sewa guna usaha 2g,11 467.885.839 304.501.540 2g,11 Capital lease
Kewajiban pajak tangguhan - Bersih 2l,10 - 26.267.352 2l,10 Deferred tax liabilities -Net
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 467.885.839 330.768.892 Total Non-Current Liabilities
Jumlah Kewajiban 13.079.611.195 8.286.936.213 Total Liabilities
EKUITAS STOCKHOLDERS’ EQUITY
Modal saham - nilai nominal Capital stock - nominal
Rp 100 per saham value of Rp 100 per share
Modal dasar - 1.600.000.000 Authorized – 1,600,000,000
saham shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -
penuh - 535.080.000 saham 12 53.508.000.000 53.508.000.000 12 535,080,000 shares
Tambahan modal disetor - Bersih 2m,12 2.065.078.501 2.065.078.501 2m,12 Additional paid-in capital – Net
Saldo laba 7.898.188.578 6.569.766.244 Retained earnings
Jumlah Ekuitas 63.471.267.079 62.142.844.745 Total Stockholders’ Equity
JUMLAH KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES AND
EKUITAS 76.550.878.274 70.429.780.958 STOCKHOLDERS’ EQUITY

PT PYRIDAM FARMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI
TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2005
DAN 2004
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT PYRIDAM FARMA Tbk
STATEMENTS OF INCOME
FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2005 AND 2004
(expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan 2 0 0 5 2 0 0 4 Notes
PENJUALAN BERSIH 2b,i ,5,13,14,19 39.639.626.167 33.968.786.017 2b,i,5,13,14,19 NET SALES
BEBAN POKOK
PENJUALAN
2i,7,15,19
16.235.049.368 13.236.007.682
2i,7,15,19
COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 23.404.576.799 20.732.778.335 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA 2b,i,j,5,7,17,21 2b,i,j,5,7,17,21 OPERATING EXPENSES
Penjualan 14.126.564.953 13.080.365.369 Selling
Umum dan administrasi 6.484.857.076 5.228.056.411 General and administrative
Jumlah Beban Usaha 20.611.422.029 18.308.421.780 Total operating expenses
INCOME FROM
LABA DARI USAHA 2.793.154.770 2.424.356.555 OPERATIONS




PENJUALAN BERSIH 2b,i,5,15,16,21 86.643.019.272 61.336.546.459 2b,i,5,15,16,21 NET SALES
BEBAN POKOK
PENJUALAN
2i,6,8,15,17,21
31.011.940.651 21.095.595.667
2i,6,8,15,17,21 COST OF GOODS SOLD
LABA KOTOR 55.631.078.621 40.240.950.792 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA 2b,i,j,5,8,19,23 2b,i,j,5,8,19,23 OPERATING EXPENSES
Penjualan 41.299.683.334 27.570.298.550 Selling
Umum dan administrasi 10.170.939.374 8.631.227.085 General and administrative
Jumlah Beban Usaha 51.470.622.708 36.201.525.635 Total operating expenses
INCOME FROM
LABA DARI USAHA 4.160.455.913 4.039.425.157 OPERATIONS

tugas analisis keuangan

The Journey



Pyridam was established in 1976 by Mr. Sarkri Kosasih, a well-known person in pharmaceutical industry by then. The name Pyridam was inspired by the phenomena of Pyramids - one of the oldest Wonders oh the World. Pyridam started by distributing veterinary medicines. Shortly, Pyridam began manufacturing its own-formulation animal health products, and a three-story factory building was built. It worked very closely to help farmers to develop advanced animal husbandry for that time. The work received recognition from the government, and Pyridam was awarded the title "Partner with Good Performance" in 1994 by the Ministry of Agriculture.In 1985, Pyridam established its Pharmaceutical Division, which develop quickly. Accelerated improvement enabled Pyridam to build a brand new production plant on 35,000 sqm land in Cianjur, West Java, with state of the art design, machinery, and environmental management. The plant started its operation in April 2001. In late 2000, the management leadership was passed from Mr. Sarkri Kosasih to Mr. Handoko Boedi Soetrisno. Under new leadership, Pyridam opened up its ownership to the public, which proves that Pyridam complies with the overall conditions of a healthy and professional company
Vision

· Vertically and horizontally established in national and global market as one of the host company with good networking
· Listed in 10 best pharmacy company in Indonesia who give well investment return
· Being a well known OTC distributor in the market MissionServing national, regional and international community with inovative and high quality product to eager better life with better body health and mentally health


Our head office is located in the city of Jakarta, in a three-story office building on 3,000 sqm land. Our production facility is located in Puncak, a highland 90 km away from Jakarta. The factory building has a floor space 18,333 sqm and is situated on 35,000 sqm land. The building is butfitted with modern equipment and complies with he highest standards for pharmaceutical industry, such as standards in Good Manufacturing Practice, and environmental protection (AMDAL). We have enough capacity to produce hundreds of millions tablets, caplets, capsules, bottles of liquid medication,dry-syrup powder, creams and ointments annually. This ensures enough supply for our aggressive marketing growth. In addition to this, we have designed and built the facility and its systems to enabled rapid production increases that we nticipate in the near future. The area that surrounds our factory guarantees ample work-force supply. In other words, we are ready to expand at any time.









Analisis Kondisi Keuangan

ASPEK LIKUIDITAS
Rasio Lancar:
Pada tahun 2006 karena rasio lancarnya paling besar maka paling baik, karena perusahaan menggunakan aktivanya sendiri. Dan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan semakin kecil.

Rasio Cepat:
Tahun 2007 adalah rasio yang paling besar dari rasio pada tahun sebelumnya, sehinnga rasio 0,92 paling Likuid.

Periode Penagihan Rata-rata:
Berdasarkan hasil perhitungan, pada tahun 2004 PT Pyridam Farma Tbk mempunyai waktu yang paling pendek untuk menagih piutang usahanya dibandingkan pada tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu selama 61,15 hari.

Perputaran Piutang Usaha:
Berdasarkan hasil penghitungan, pada tahun 2004 perputaran piutang usaha PT Pyridam Farma Tbk paling tinggi dibandingkan pada tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu sebesar 5,97 kali dalam setahun.



Perputaran Persediaan :
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa perputaran persediaan paling baik pada PT Pyridam Farma Tbk yaitu tahun 2007 sebesar 2,44 kali dalam setahun dibandingkan pada tahun 2004, 2005, dan 2006.

ASPEK PROFITABILITAS
Tingkat pengembalian investasi dari laba usaha:
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 PT Pyridam Farma Tbk tingkat pengembalian investasi dari laba usaha terbesar dibandingkan tahun 2004, 2005, dan 2006 yaitu sebesar 4,372%.

Marjin laba usaha:
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa pada tahun 2004 PT Pyridam Farma Tbk menghasilkan margin laba usaha terbesar dibandingkan tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu sebesar 7,137 %.

Perputaran total aktiva:
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 PT Pyridam Farma Tbk menghasilkan penjualan terbesar dibandingkan tahun 2004, 2005, dan 2006 yaitu sebesar 0,91 per rupiah asset. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 PT Pyridam Tbk paling efisien dalam menggunakan aktiva dibandingkan pada tahun 2004, 2005, dan 2006 karena penjualan dan total assets pada tahun 2007 terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga total assets turnovernya pun paling tinggi.

Perputaran piutang usaha:
Berdasarkan hasil penghitungan, pada tahun 2004 perputaran piutang usaha PT Pyridam Farma Tbk paling tinggi dibandingkan pada tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu sebesar 5,97 kali dalam setahun.

Perputaran persediaan:
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa perputaran persediaan paling baik pada PT Pyridam Farma Tbk yaitu tahun 2007 sebesar 2,44 kali dalam setahun dibandingkan pada tahun 2004, 2005, dan 2006.
.
Perputaran aktiva tetap:
Berdasarkan hasil penghitungan, perputaran aktiva tetap PT Pyridam Farma Tbk paling tinggi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1,45 kali dalam setahun dibandingkan tahun 2004, 2005, dan 2006.

ASPEK KEPUTUSAN PENDANAAN
Rasio Utang
Berdasarkan hasil perhitungan, pada tahun 2004 dan 2005 PT Pyridam Farma Tbk mempunyai rasio kurang dari 1,00 sehingga perusahaan tersebut memiliki aktiva yang lebih besar dibandingkan utang yang dimiliki. Semakin besar rasio tersebut,semakin buruk kondisi perusahaan. Semakin kecil rasio meka semakin baik perusahaan tersebut. Dapat terlihat bahwa pada tahun 2004 dan 2005 perusahaan memiliki rasio 0,1% sedangkan pada tahun 2006 dan 2007 terjadi kenaikkan rasio utang terhadap aktiva yang dimiliki perusahaan. Maka data ini menunjukkan penurunan kondsi perusahaan.

Rasio laba terhadap beban bunga
Berdasarkan hasil perhitungan, pada tahun 2004 dan 2005 PT Pyridam Farma Tbk memiliki rasio 4,059 lalu mengalami penurunan menjadi 0,3254. Pada tahun 2006 mengalami kenaikkan lagi menjadi sebesar 2,600 dan pada tahun 2007 turun menjadi sebesar 2,153. Semakin besar rasio maka semakin baik kondisi perusahaan. Semakin kecil rasio maka semakin jeleek kondisi perusahaan.

ASPEK EFISIENSI
Periode penagihan rata-rata
Berdasarkan hasil perhitungan, pada tahun 2004 PT Pyridam Farma Tbk mempunyai waktu yang paling pendek untuk menagih piutang usahanya dibandingkan pada tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu selama 61,15 hari.

Perputaran total aktiva
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa pada tahun 2007 PT Pyridam Farma Tbk menghasilkan penjualan terbesar dibandingkan tahun 2004, 2005, dan 2006 yaitu sebesar 0,91 per rupiah asset. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 PT Pyridam Tbk paling efisien dalam menggunakan aktiva dibandingkan pada tahun 2004, 2005, dan 2006 karena penjualan dan total assets pada tahun 2007 terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga total assets turnovernya pun paling tinggi.
Perputaran piutang usaha
Berdasarkan hasil penghitungan, pada tahun 2004 perputaran piutang usaha PT Pyridam Farma Tbk paling tinggi dibandingkan pada tahun 2005, 2006, dan 2007 yaitu sebesar 5,97 kali dalam setahun.

Perputaran persediaan
Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dilihat bahwa perputaran persediaan paling baik pada Pt Pyridam Farma Tbk yaitu tahun 2007 sebesar 2,44 kali dalam setahun dibandingkan pada tahun 2004, 2005, dan 2006.

Perputaran aktiva tetap
Berdasarkan hasil penghitungan, perputaran aktiva tetap PT Pyridam Farma Tbk paling tinggi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1,45 kali dalam setahun dibandingkan tahun 2004, 2005, dan 2006.



PT Pyridam Farma adalah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi. PT Pyridam Farma termasuk perusahaan yang sangat maju karena bergerak di bidang industri obat-obatan, plastik, alat-alat kesehatan, dan industri kimia lainnya. Serta melakukan perdagangan termasuk impor, ekspor antar pulau, dan bertindak selaku agen, grosir, distributor, dan penyalur dari segala macam barang.
Dilihat dari laporan keuangan perusahaan maka dapat diketahui bahwa kinerja perusahaan dari tahun 2004 sampai 2007 cenderung baik. Dari aspek profitabilitas, perusahaan akan meningkatkan laba per tahun dengan menambah jumlah persediaan meskipun laba usaha terbesar diperoleh pada tahun 2004.
Piutang perusahaan dalam setahun paling besar diperoleh pada tahun 2004 yaitu sebesar 5,97 kali. Perputaran aktiva tetap paling tinggi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1,45 kali. Periode penagihan rata-rata mempunyai waktu yang paling pendek yaitu pada tahun 2004.

Cara-cara menjadi seorang investor saham yang baik:

Cara-cara menjadi seorang investor saham yang baik:

1. Jangan coba memukul setiap bola yang dilemparkan kepada Anda.
Menurut orang-orang yang mengklaim diri mereka ahli pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses berarti Anda harus membuat banyak sekali keputusan investasi di sepanjang hayat. Menurut satu keputusan bagus dalam waktu setahun adalah standar yang sangat tinggi—cukup tinggi untuk menjamin kesuksesan.

2. Perhatikan baik-baik manajemennya.
Jangan menginvestasikan uang apabila sebuah bisnis yang hebat tidak memiliki manajemen yang hebat. Kedua faktor tersebut harus ada sekaligus. Oleh sebab itu, sebagai seorang investor, sangatlah penting bagi Anda untuk mengevaluasi dengan cermat tim manajemen dari setiap bisnis yang sedang Anda pertimbangkan.

3. Kinerja masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa depan.
Diungkapkan hal yang sama dalam analoginya: jika sejarah mengungkapkan jalan menuju kekayaan, para pustakawan pasti akan kaya.

4. Berpikirlah independen.
Kumpulkan fakta, duduk, dan berpikirlah. Tidak ada yang dapat menggantikan hal tersebut. Jangan mengikuti arus tanpa berpikir dan jangan melawan arus tanpa berpikir.

5. Tetaplah berada dalam lingkaran kompetensi Anda.
Lingkaran kompetensi memuat saham-saham dan industri yang Anda tahu baik dan Anda rasa nyaman untuk terlibat. Bila sudah mengembangkan lingkaran kompetensi Anda, beroperasilah dalam lingkaran itu dan jangan menyesali peluang di luar yang akan muncul.

6. Abaikan ramalan pasar saham.
Ramalan jangka pendek mengenai harga saham atau obligasi tidaklah berguna, berfokus pada kinerja bisnis dan tidak terganggu oleh ramalan-ramalan yang ia yakini tidak diramalkan secara akurat—bahkan jika ramalan itu berasal dari seorang ekonom terkenal.

7. Pahami pasar.
Beberapa pihak mengeluhkan gejolak pasar.Percaya bahwa gejolak pasar adalah faktor yang menciptakan peluang bagi investor yang cerdik. Tunggulah sampai orang-orang bertindak bodoh, dan kemudian bertindaklah dengan cerdas.

8. Takutlah saat orang lain tamak, dan tamaklah saat orang lain takut.
Program diri Anda untuk menjadi penakut pada saat kebanyakan investor mulai tamak. Saham itu paling menarik ketika hampir tidak ada orang yang tertarik. Pada saat orang-orang dalam kerumunan merasa ketakutan, mereka tidak tertarik membeli saham. Pada saat itulah Anda seharusnya tertarik. Namun dengan catatan jika investasi yang dimaksud memenuhi kriteria-kriteria tertentu.

9. Baca, Baca Lagi, dan Berpikirlah.
Dengan membaca kita dapat mengetahui berbagai hal. Dengan berpikir kita dapat memprediksi kemungkinan apa yang akan terjadi. Ketika sebuah perusahaan terlintas dipikiran, kita mulai membaca semua hal yang bisa kita dapatkan mengenai perusahaan tersebut dan industri terkait. Bahkan, kita akan membeli beberapa saham milik perusahaan pesaing hanya untuk mendapatkan laporan tahunan mereka.

Friday, June 13, 2008

Sejarah Pasar Modal Indonesia

SEJARAH PASAR MODAL INDONESIA
Dalam sejarah Pasar Modal Indonesia, kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880.Pada tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke-empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo.
Zaman Penjajahan
Sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana adalah dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung tersebut terdiri dari orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi.
Atas dasar itulah maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya berdiri secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel (bursa efek) dan langsung memulai perdagangan. Pada saat awal terdapat 13 anggota bursa yang aktif (makelar) yaitu : Fa. Dunlop & Kolf; Fa. Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co.; Fa. A.W. Deeleman; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa. Wiekert & V.D. Linden; Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; Fa. Vermeys & Co; Fa. Cruyff dan Fa. Gebroeders. Sedangkan efek yang diperjual-belikan adalah saham dan obligasi perusahaan/perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan Pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda serta efek perusahaan Belanda lainnya.
Perkembangan pasar modal di Batavia tersebut begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lainnya. Untuk menampung minat tersebut, pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang resmi didirikan bursa. Anggota bursa di Surabaya waktu itu adalah : Fa. Dunlop & Koff, Fa. Gijselman & Steup, Fa. V. Van Velsen, Fa. Beaukkerk & Cop, dan N. Koster. Sedangkan anggota bursa di Semarang waktu itu adalah : Fa. Dunlop & Koff, Fa. Gijselman & Steup, Fa. Monad & Co, Fa. Companien & Co, serta Fa. P.H. Soeters & Co.
Perkembangan pasar modal waktu itu cukup menggembirakan yang terlihat dari nilai efek yang tercatat yang mencapai NIF 1,4 milyar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah + Rp. 7 triliun) yang berasal dari 250 macam efek.
Perang Dunia II
Pada permulaan tahun 1939 keadaan suhu politik di Eropa menghangat dengan memuncaknya kekuasaan Adolf Hitler. Melihat keadaan ini, pemerintah Hindia Belanda mengambil kebijaksanaan untuk memusatkan perdagangan Efek-nya di Batavia serta menutup bursa efek di Surabaya dan di Semarang. Namun pada tanggal 17 Mei 1940 secara keseluruhan kegiatan perdagangan efek ditutup dan dikeluarkan peraturan yang menyatakan bahwa semua efek-efek harus disimpan dalam bank yang ditunjuk oleh Pemerintah Hindia Belanda. Penutupan ketiga bursa efek tersebut sangat mengganggu likuiditas efek, menyulitkan para pemilik efek, dan berakibat pula pada penutupan kantor-kantor pialang serta pemutusan hubungan kerja. Selain itu juga mengakibatkan banyak perusahaan dan perseorangan enggan menanam modal di Indonesia.Dengan demikian, dapat dikatakan, pecahnya Perang Dunia II menandai berakhirnya aktivitas pasar modal pada zaman penjajahan Belanda.
Beberapa tahun kemudian, Pemerintahan Orde Baru mendirikan BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) di bawah Departemen Keuangan pada tahun 1976. Setahun kemudian lantai bursa diaktifkan kembali dan Bapepam bertindak sebagai pengawas dan pengelola pasar modal Indonesia.
Tahun 1989 memancang tonggak sejarah baru karena Bursa Efek Surabaya didirikan sebagai bursa efek swasta pertama di Indonesia dengan tujuan untuk melayani pasar Jawa Timur dengan daerah lainnya di Indonesia. Tak lama kemudian, Bursa Efek Paralel didirikan untuk mengakomodir perusahaan kecil dan menengah yang tidak memenuhi syarat untuk diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1995, Bursa Efek Paralel dan Bursa Efek Surabaya bergabung menjadi Bursa Efek Surabaya.
Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup mengesankan, Batavia Stock Exchange dibuka kembali dengan nama Bursa Efek pada tahun 1991. Pada masa itu pula, BAPEPAM mengurangi dan menyerahkan fungsi pengelolaannya pada ketiga bursa
Beberapa tahun kemudian, Bursa Berjangka Indonesia yang pertama didirikan sebagai langkah persiapan yang penting dalam menghadapi era perdagangan bebas dan globalisasi Asia. Di bawah pengawasan yang ketat dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Bursa Berjangka Jakarta kini beroperasi sebagai bursa berjangka multi-komoditi yang memfasilitasi perdagangan komoditi dan derivatif berjangka.
Dalam beberapa tahun terakhir, bursa komoditi dan saham Indonesia telah berkembang menjadi bursa kelas dunia yang efisien dengan didirikannya lembaga kliring dan penjamin (PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia), pusat kustodian saham (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) baik untuk Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, serta lembaga kliring untuk perdagangan berjangka (PT Kliring Berjangka Indonesia). Dengan dikembangkannya sistem pengawasan internal dan metode-metode akunting yang ketat, serta berbagai alternatif investasi yang inovatif telah mendorong berkembangnya pasar investor domestik. Indonesia memiliki 2 bursa efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES), yang masing-masing dijalankan oleh perseroan terbatas. Pada September 2007, Bursa Efek Jakarta dan Surabaya digabungkan (merger) menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui merger ini diharapkan dapat makin memberikan peluang bagi perusahaan ke pasar modal.
Selain itu, otoritas pasar modal juga mengimplementasikan berbagai kebijakan yang mendorong partisipasi yang lebih besar dari perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, koperasi, dan pemerintah daerah; menanamkan corporate governance, mengembangkan pasar derivatif dan obligasi; meningkatkan perlindungan bagi investor; serta lebih mengembangkan infrastruktur manajemen dana dan teknologi informasi (misalnya, sistem integrasi dan standarisasi organisasi pasar modal, transaksi over-the-counter, scriptless trading, e-reporting, dan lain-lain).
Pemerintah Indonesia telah bertekad untuk terus mengimplementasikan berbagai kebijakan yang akan meningkatkan rasa percaya para investor serta membangun iklim investasi yang adil, akurat, dan efisien.
PERKEMBANGAN PASAR MODAL INDONESIA SAAT INI
Di era globalisasi, pasar modal atau bursa merupakan pendanaan yang cukup penting. Pasar modal dapat diibaratkan dengan mall atau pusat perbelanjaan, hanya saja yang membedakannya adalah barang-barang yang diperjualbelikan. Jika pusat perbelanjaan umum menyediakan berbagai macam barang kebutuhan hidup, maka pasar modal hanya menjajakan produk-produk pasar modal, seperti obligasi dan efek. Jadi pasar modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan modal, seperti obligasi dan efek. Pasar ini berfungsi untuk menghubungkan investor, perusahaan dan institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen keuangan jangka panjang.
Pasar modal merupakan salah satu alternatif investasi bagi para investor. Melalui pasar modal, investor dapat melakukan investasi di beberapa perusahaan melalui pembelian efek-efek baru yang ditawarkan atau yang diperdagangkan di pasar modal. Sementara itu, perusahaan dapat memperoleh dana yang dibutuhkan dengan menawarkan instrumen keuangan jangka panjang. Adanya pasar modal memungkinkan para investor untuk memiliki perusahaan yang sehat dan berprospek baik, karena tidak hanya dimiliki oleh sejumlah orang tertentu. Penyebaran kepemilikan yang luas akan mendorong perkembangan perusahaan yang transparan. Ini tentu saja akan mendorong menuju terciptanya good corporate governance.
Aktivitas pasar modal yang merupakan salah satu potensi perekonomian nasional, memiliki peranan yang penting dalam menumbuhkembangkan perekonomian nasional. Dukungan sektor swasta menjadi kekuatan nasional sebagai dinamisator aktivitas perekonomian nasional.
Di Indonesia, ternyata pasar modal masih didominasi oleh pemodal asing. Idealnya, dalam pasar modal perlu ada keseimbangan antara pemodal asing dengan pemodal lokal. Pasar modal Indonesia masih dianalogikan dengan arena judi, bukan sebagai sarana investasi. Akibatnya, hal ini menyebabkan peningkatan fluktuasi dan merugikan investor minoritas.

Monday, June 9, 2008

lion cute n d dog

video

belajar reksa dana

1. Apa itu Reksa Dana?
Reksa dana adalah sarana investasi yang sederhana dimana setiap orang dengan tujuan investasi yang sama mengumpulkan dana mereka untuk dikelola oleh seorang Manajer Investasi profesional sesuai dengan tujuan investasinya.
Dana yang terkumpul pada reksa dana akan di investasikan pada saham-saham dan/atau dalam instrumen-instrumen berpendapatan tetap (fixed income). Kekayaan/aset suatu reksa dana bukan milik manajer investasinya, ia hanya mengelola aset tersebut mewakili para investor. Aset tersebut adalah milik para investor dimana kepemilikannya dinyatakan dalam jumlah unit penyertaan reksa dana tersebut.

2. Mengapa Perlu Berinvestasi di Reksa Dana?
Seseorang perlu berinvestasi di reksa dana karena dengan berinvestasi di reksa dana akan didapat beberapa keuntungan, diantaranya :
· Diversifikasi otomatis. Portofolio investor dengan sendirinya tersebar ke beragam aset yang terwujud dalam portofolio yang dapat mengurangi risiko, karena dana di investasikan ke berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar.
· Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksa dana as low as Rp. 100.000 saja (tergantung jenis reksa dana).
· Investasi dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional dengan administrasi oleh kustodian dan diawasi ketat oleh Bapepam LK. MI akan berusaha untuk mencari peluang investasi yang paling baik untuk reksa dana tersebut.
· Hasil investasi reksa dana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon obligasi juga belum menjadi obyek pajak.
· Likuiditas tinggi. Unit Penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.
· Transparansi informasi. Reksa dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolio dan biayanya secara kontinyu kepada pemegang Unit Penyertaan.

3. Apa yang Dimaksud dengan Diversifikasi?
Diversifikasi adalah penyebaran penempatan dana investasi ke dalam berbagai jenis instrumen investasi atau berbagai jenis surat berharga yang berbeda dengan tujuan mengurangi resiko investasi.

4. Apa saja Risiko Berinvestasi di Reksa Dana?
Sama seperti sarana investasi lainnya, reksa dana juga memiliki risiko. Risiko utama reksa dana adalah investor akan kehilangan uang yang di investasikan. Selain itu ada beberapa risiko lainnya, diantaranya :
a. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan
Risiko yang mutlak dihadapi adalah turunnya NAB/UP ketika pasar sedang kurang baik yang menyebabkan investor mengalami kerugian atau bahkan kehilangan investasinya.
b. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Sistem ekonomi terbuka yang dianut oleh Indonesia sangat rentan terhadap perubahan ekonomi international. Perubahan kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau peraturan khususnya di bidang Pasar Uang dan Pasar Modal merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek di Indonesia, yang secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja portofolio reksa dana.
c. Risiko Likuiditas
Penjualan kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portofolio atau kemampuan dari Manajer Investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan menyediakan uang tunai. Jadi risiko likuiditas dalam hal cepat lambatnya investor dapat mencairkan unit penyertaannya.
d. Risiko Kehilangan Kesempatan Transaksi Investasi pada saat Pengajuan Klaim Asuransi
Dalam hal terjadinya kerusakan atau kehilangan atas surat-surat berharga dan aset reksa dana yang disimpan di bank kustodian. Bank kustodian dilindungi oleh asuransi yang akan menanggung biaya penggantian surat-surat berharga tersebut. Selama tenggang waktu penggantian tersebut, Manajer Investasi tidak dapat melakukan transaksi investasi atas surat-surat berharga tersebut, kehilangan kesempatan melakukan transaksi investasi ini dapat berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).
e. Risiko Wanprestasi oleh Pihak-Pihak Terkait
Risiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha Manajer Investasi gagal memenuhi kewajibannya. Rekan usaha dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada emiten, pialang, bank kustodian dan agen penjual.

5. Apa saja Biaya-Biaya yang ada pada Reksa Dana?
a. Biaya yang ditanggung oleh investor
· Biaya pembelian UP (subscription fee).
· Biaya penjualan kembali UP (redemption fee).
· Biaya pengalihan UP (switching fee).
b. Biaya yang ditanggung oleh reksa dana
· Jasa manajer investasi.
· Jasa bank kustodian.
· Biaya transaksi, audit, pembaharuan prospektus.